Slide # 1

Slide # 1

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 2

Slide # 2

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 3

Slide # 3

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 4

Slide # 4

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 5

Slide # 5

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Kamis, 03 April 2014

Pelajaran untuk Ummat yang Menginginkan Kebangkitan

“A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K”.
Sholikin                             : “Kadal!”
Anas                                  : “Kera!”
Verry                                 : “Kodok!”
Aku                                   : “Kuda!”
Haydar                              : “Kelinci!”
Uun                                   : (bengong, diam).
Semua (kecuali Uun)         : (meninju Uun) “Buk!” “Digg!” “Prkk!”.
Uun                                   : (kesakitan). “Arrgh…!”

Senin, 10 Maret 2014

Ibadah Bukan (Hanya) Kerjaan Orang Tua

Ibadah merupakan kewajiban setiap Muslim, salah satu di antaranya adalah sholat lima waktu. Lebih utama lagi jika sholat wajib lima waktu ini dilakukan secara berjamaah maka pahalanya akan semakin berlipat ganda hingga 27 kali lipat. Karenanya hendaklah kita menggiatkan sholat berjamaah.

Meskipun tidak selalu,

Sabtu, 08 Maret 2014

Sharing Itu Penting

Di dunia ini kita tidak hidup sendirian, kita juga saling membutuhkan antara satu orang dengan orang yang lain. Karena itu, kita tidak boleh egois dan sibuk dengan dunia kita masing-masing. Ada kalanya kita harus berbagi dengan sesama, berbagi rezeki, ilmu atau pengalaman. Terkadang kita juga harus sering mengobrol dengan orang lain untuk membicarakan hal-hal yang bermanfaat. Belakangan ini saya baru menyadari bahwa ternyata sharing itu penting! Dan banyak manfaat yang kita dapat ketika kita banyak sharing dengan orang-orang terdekat kita.

Sabtu, 22 Februari 2014

WAJAN KECIL

Suatu hari ada seorang laki-laki terlihat tengah asyik memancing di tepi sungai. Dia melemparkan pancingnya ke kedalaman sungai, lalu dengan sabar dia menunggu ikan menyambut umpannya.

Sepertinya ini adalah hari keberuntungannya. Belum lama laki-laki itu menunggu, seekor ikan tertipu umpannya. Segera dia menarik pancingnya dengan sekuat tenaga, lalu diambilnya ikan yang terkait di pancingnya. Ikan yang sangat besar. Dia mengamati ikan tersebut, mengukur besarnya. Sesaat kemudian, pria itu melemparkan ikan yang didapatnya itu kembali ke sungai.

Selasa, 11 Februari 2014

Why the World Needs KHILAFAH?

Rasul saw. bersabda:
"Sesungguhnya Imam/Khalifah itu laksana perisai, tempat orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya (HR Muslim)"

Jika negara kita ibaratkan sebuah rumah, maka umat Islam sesungguhnya memiliki rumah yang sangat nyaman. Pondasinya kokoh. Rumah itu adalah Daulah Khilafah yang berhasil mewujudkan peradaban gemilang selama lebih dari 13 abad. Pada saat itu lahir banyak ulama genius seperti Imam Syafi’i, Hambali, Maliki, Hambali dan lain-lain, para ilmuwan hebat, ahli perang dan sebagainya. Para khalifah telah memberikan keamanan, mempersiapkan berbagai kesempatan bagi siapapun yang memerlukannya dan meratakan kesejahteraan selama berabad-abad dalam luasan wilayah yang belum tercatatkan lagi fenomena seperti itu setelah masa mereka. Hal itu diakui oleh Will Durant dalam bukunya The Story of Civilization.

Namun pada tahun 1924 M, Khilafah telah dihancurkan oleh kaum kafir melalui anteknya Mustafa Kemal Attaturk.

Sejak saat itu

Minggu, 09 Februari 2014

KAKI YANG TERLUKA


Untuk saudaraku yang kini sedang diuji keimanannya oleh Allah Swt.

Saudaraku, kita tahu, aktivitas yang kita jalani bersama ini bukanlah aktivitas yang mudah. Bukan pula aktivitas yang di dalamnya kita mendapatkan kesenangan-kesenangan. Dakwah adalah aktivitas yang berat dan membutuhkan pejungan yang sangat berat pula.

Maafkan aku saudaraku, bukan maksud untuk menjerumuskanmu ke jalan yang penuh liku. Aku hanya takut berjalan sendirian. Takut jika seandainya di tengah perjalanan mendapati bahaya yang mengancam. Karena itulah aku mengajakmu untuk menyusuri jalan berbahaya ini. Aku sangat membutuhkanmu. Maaf jika selama bersamaku kau merasa sedih dan mengalami banyak kesulitan dalam hidupmu.

Rabu, 05 Februari 2014

Jaga Perasaan, Kawan.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari godaan syetan yang gemar mempermainkan perasaan, yang membuat lalai dan tenggelam dalam kemaksiataan. Ya Allah, Engkaulah yang menganugerahkan rasa cinta dalam diri setiap insan, bimbinglah hamba agar mampu menggunakan anugerah-Mu ini di jalan kebaikan.
Wahai pemuda waspadalah! Jangan hanya karena kesenangan kau langgar batas-batas yang ditetapkan Allah. Jangan sampai kecintaan pada makhluk melebihi kecintaan pada Zat yang wajib disembah.
Jangan tenggelam pada perasaanmu, padahal dia belum halal bagimu. Mohonlah kepada Sang Pencipta agar senantiasa membimbingmu, dan menjauhkanmu dari godaan syetan yang senang bermain di balik kegalauanmu.

Minggu, 26 Januari 2014

Impian Besar Mendatangkan Konsekuensi dan Investasi Besar


Bagaimana kita berharap bisa sukses bila kita hanya bermalas-malasan? Bagaimana kita ingin mewuudkan apa yang kita cita-citakan bila kita selalu ingin yang gratisan? Sukses butuh pengorbanan, Kawan!

Alhamdulillah, hari Sabtu (25/1) kemarin saya berkesempatan mengikuti Super Training yang bertema “15 Menit Menemukan Potensi Terbesar Anda” yang diadakan oleh STIFIn Bojonegoro, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pengembangan diri yang dirintis oleh Mas Mustagfirin. Semoga STIFIn Bojonegoro menjadi perusahaan tersukses se-Bojonegoro dalam bidangnya.
Acara yang digelar di Griya MCM Bojonegoro ini sangat luar biasa. Di acara ini para peserta mendapatkan materi tentang bagaimana menemukan potensi terbesar dalam hidup kita sehingga kita bisa mengembangkan potensi tersebut untuk meraih kesuksesan yang kita impikan. Intinya adalah, dengan mengetahui potensi terbesar yang diberikan oleh Allah kepada kita, kita akan lebih mudah menemukan ‘karpet merah’ menuju kesuksesan.
Paginya, beberapa jam sebelum acara dimulai, Bojonegoro diguyur hujan gerimis. Tidak terlalu

Sabtu, 11 Januari 2014

Nelayan dan Bekal Air Minum

Suatu kali saya pernah bertanya kepada bapak saya: “Pak, kenapa ya, para nelayan ketika melaut mereka masih membawa bekal air untuk minum atau masak. Kan, mereka sudah berada di air?”
Dengan enteng Bapak menjawab, “Ya, sama dengan kita. Kita di sawah, banyak air. Tapi kita juga masih bawa air minum dari rumah. Kita tetap tidak mau minum air sawah ini.”
Hehehe...benar juga kata Bapak.
Jadi begini penjelasannya.

Minggu, 15 Desember 2013

Karena Kebiasaan

Kebiasaan buruk bila terus dipelihara bisa "membunuh" kita sendiri.

Sebagian besar hidup kita dipengaruhi oleh kebiasaan. Kebiasaan adalah aktivitas yang kita lakukan secara berulang-ulang, sehingga kita melakukannya secara otomatis, bahkan tanpa memikirkannya. Karena itulah baik buruknya hidup kita sangat dipengaruhi oleh baik buruknya kebiasaan kita. Karena itu penting untuk melatih kebiasaan baik agar hidup kita pun baik akhirnya.
Terkadang tanpa sadar kita sering memelihara kebiasaan buruk. Padahal kebiasaan buruk itu bisa menghancurkan kita sewaktu-waktu. Memelihara kebiasaan buruk ibarat memelihara binatang buas yang sewaktu-waktu bisa memangsa kita sendiri.
Satu contoh, banyak umat Islam yang memiliki kebiasaan buruk meremehkan khotbah Jum’at. Padahal kita tahu khotbah Jum’at juga termasuk ke dalam rukun sholat Jum’at, tapi hanya karena kita sering berpikir “tidak mengikuti khotbah pun tetap sah sholatnya” maka kita sering meremehkan khotbah Jum’at tersebut.
Ada sebuah cerita unik yang saya dapatkan dari ustadz saya. Adalah cerita tentang seorang laki-laki yang ingin berkunjung ke keluarganya ketika hari raya Idul Fitri. Agar tidak kesiangan, orang tersebut memutuskan untuk berangkat sebelum sholat Ied dimulai dan berpikir untuk ikut sholat Ied di perjalanan.
Ketika laki-laki tersebut melewati masjid yang jamaahnya baru berdatangan, dia berpikir, “Jamaahnya baru berdatangan. Sholat di masjid lain saja.” Dia pun melanjutkan perjalanan.
Laki-laki itu melewati masjid lagi. Tapi kali ini jamaah sudah penuh dan sudah terdengar khotib menyampaikan khotbah. “Baru khotbah, mungkin masih lama. Sholat di masjid lain saja,” batinnya. Dia pun tetap melanjutkan perjalanan.
Dia akhirnya berhenti di masjid yang kebetulan sudah dipenuhi jamaah sholat Ied. Orang itu lalu masuk masjid, kemudian duduk dan mendengarkan khotbah sang khotib dengan tenang.
Ketika sang khotib telah selesai khotbah, jamaah pun bubar. Laki-laki tadi kebingungan. “Lho kok langsung bubar, tidak sholat dulu?” katanya.
Maksud loh? Ya iyalah langsung bubar. Di mana-mana sholat Ied itu ya sholat dulu baru khotbah. Memangnya sholat Jum’at? Rupanya orang tersebut lupa bahwa sholat Ied dilakukan sebelum khotbah.

Sesampainya di rumah keluarganya, kisah itu menjadi bahan bercanda yang cukup mencairkan suasana. J

Selasa, 10 Desember 2013

Barang Rongsokan

Ketika barang sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi, barang itu pun dibuang dan menjadi rongsokan. Karena barang itu tidak lagi berfungsi sebagaimana tujuannya diciptakan. Begitupun manusia, jika hidupnya tidak digunakan untuk beribadah sebagaimana tujuan Allah menciptakannya, maka dia seperti barang rongsokan.

Namanya juga rongsokan, maka tidak ada tempat yang lebih cocok baginya selain di tempat sampah. Manusia pun jika tidak mau menyembah Allah dengan melaksanakan perintah-perintah Allah lebih baik berada di tempat sampah.


Barang rongsokan ada baiknya di daur ulang agar bisa dimanfaatkan lagi, serta mempunyai nilai yang lebih tinggi. Saudaraku, marilah kita ‘mendaur ulang’ diri kita menjadi hamba yang taat menjalankan titah-Nya, agar kita menjadi orang yang lebih baik dan bernilai.

Akhukum.

Senin, 02 Desember 2013

Nikmati Prosesnya


"Pukul berapa sekarang"?

Jika kita ditanya seperti itu, biasanya spontan kita akan menengok jam dinding, arloji ataupun HP. Lalu kita segera menjawab, "Pukul 13.55" atau "14.32" dan seterusnya.

Kawan, pernahkah kita mengatakan pukul tertentu dengan menyebutkan detiknya, misalnya, 10.34.51, atau 18.44.20 dan seterusnya. Pernahkah kita memperhatikan jarum detik?. Mungkin jawabannya hampir pasti, nyaris tidak pernah.


Seringkali kita meremehkan hal-hal kecil seperti satuan detik dalam jam. Padahal ‘jarum detik’ adalah jarum paling penting (tidak termasuk jam digital). Mesin jam bergerak setiap satu detik dan bersamaan dengan itu ‘jarum menit’ dan ‘jarum jam’ mengikuti. Satuan detik adalah proses yang harus dilalui untuk mencapai jam dan menit tertentu.

Begitulah. Untuk menghasilkan sesuatu yang besar maka kita harus melakukannya sedikit demi sedikit, dengan penuh ketekunan hingga kita bisa menghasilkan sesuatu yang berarti.
Itulah yang terjadi pada orang-orang sukses. Mereka telah melakukan perjuangan panjang sehingga mereka yang awalnya bukan siapa-siapa akhirnya menjadi orang luar biasa. Yang awalnya hanya ‘detik’ akhirnya menjadi ‘menit’ bahkan ‘jam’. Hanya saja dalam proses perjuangannya, tidak ada orang yang mengenal mereka. Tahu-tahu orang mengenalnya ketika mereka sudah sukses. Persis seperti kasus jam dinding di atas, tahu-tahu sudah pukul sekian tanpa kita memperhatikan perjalanannya tiap detik.

Ketika Mario teguh ditanya oleh seorang audiens, “Bagaimana caranya menjadi pembicara yang hebat seperti Bapak?”. Beliau menjawab dengan beberapa pertanyaan sederhana.
“Siap berlatih keras?”
“Siap hidup susah?”.
"Good! Super!"

Mungkin, kita akan kesulitan membayangkan bagaimana orang seperti Mario Teguh berbicara gagap. Tahu-tahu beliau sudah menjadi pembicara hebat.

Maka tidak ada kesuksesan yang datang tiba-tiba. Semua butuh proses dan perjuangan. Orang sukses pasti telah melakukan sesuatu yang kita belum lakukan.

 “Anytime you see someone more succesful than you are, they are doing something you aren’t (Kapanpun Anda melihat seseorang yang lebih sukses dari Anda, mereka telah melakukan sesuatu yang belum pernah Anda lakukan).” (Malcolm X, dari buku How To Master Your Habits, Felix Y. Siauw).
***

Salam,
Mashari
The InspiWriter